GuidePedia

0
Ustadz Suudi Sulaiman  (Kultum Senin Masjid Baitul Ihsan BI Surabaya)

Para jamaah Rahimakumullah, Idul Fitri sudah dikenal masyarakat Arab sejak dulu. Meskipun suasana berbeda tapi tetap dalam rangka Idul Fitri maupun Idul Adha, masyarakat Arab pasti memuliakannya. Salah satu diantaranya tatkala Idul Ftri pasti mengharap pakaian baru. Meskipun ada sebagian ulama mengatakan, yang baru itu bukan pakaiannya tapi yang baru itu adalah orang yang senantiasa ketaatannya bertambah dan kemaksiatannya semakin berkurang.

Kaitannya dengan Rasulullah, waktu merayakan Idul Fitri beliau setelah shalat subuh sebelum merayakan shalat Id, beliau mendengar ada anak sedang menangis. Ketika ditanya beliau, anak itu menjawab bahwa teman-temannya punya baju bagus sedang dia tidak. Lalu rasulullah menayakan dimana bapaknya dan ibunya, anak itu menjawab bahwa bapaknya mati saat ikut perang bersama Rasulullah dan ibunya dirumah tidak punya apa-apa. Singkat cerita, Rasulullah lalu menawarkan menjadi bapaknya dan Aisyah menjadi ibunya dan akhirnya anak itu bisa tersenyum kembali dan tidak malu bermain dengan teman-temannya karena sudah punya baju baru dari Rasululah.
Bersamaan dengan itu Allah menurunkan wahyunya dalam QS. Al-Maun:1-2
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim

Surat ini menunjukkan bahwa meskipun ibadahnya tekun, dan hajinya tiap tahun, umrahnya tiap bulan tapi kalau dia tidak punya kepedulian kepada anak yatim maka dia dicap oleh Allah sebagai pendusta agama. Sampai-sampai waktu itu para sahabat bertanya kenapa sampai sehina itu dan Nabi mengatakan, “Saya dan orang yang menaggung hidupnya anak yatim itu seperti dua jari ini (sambil menunjukkan jari manis dan jari tengah)”. Artinya, betapa dekatnya orang-orang yang menyantuni anak yatim itu dengan Rasulullah SAW.

Namun, sekarang yang terjadi, (maaf) banyak anak yatim yang dieksploitasi. Dijadikan alasan untuk menarik donator ternyata dipakai untuk kepentingan pribadi, bukan untuk benar-benar merawat dan menghidupi anak yatim. Subhanallah!

Padahal suatu riwayat Nabi pernah bersabda, “Barang siapa yang punya hajat atau kebutuhan apapun itu minta doalah kepada anak yatim”. Ada cerita, empat bulan yang lalu, istri Pak Lurah desa Kepatihan, kecamatan Menganti. Ini mengalami sakit kanker payudara sudah stadium lanjut bahkan dokter sudah menvonis hanya bisa bertahan hidup dua hari lagi. Keluarganya sudah berupaya semaksimal mungkin. Akhirnya, ada seorang kiyai berkata, carilah anak yatim piatu sebanyak-banyaknya. Cari di desamu atau di desa lain, pokoknya sebanyak-banyaknya. Undang mereka, kasih makan, dan kasih uang kemudian suruh doa kesembuhan istri bapak. Suruh berdoa apa saja sebisanya. Kebetulan disitu ada ustadz yang mendampingi anak yatim tersebut dan mengajarkan doa ‘Allah Maha Sembuh’ diulang berkali-kali. Kemudian anak yatim tersebut disuruh meniup ditempat yang sakit dari istri Pak Lurah tersebut. Singkat cerita, ada keajaiban yang luar biasa. Pertama, vonis dokter tidak terbukti dan kedua sembuh total.

Cerita lain yang saya mengalaminya sendiri. Tahun 1996 saya mengisi pengajian umum dalam rangka Isra Miraj di Tuban. Seminggu sebelum acara, saya didatangi slah seorang yang mengaku panitia Isra Miraj lalu dia mengatakan bahwa dia sahabat saya ketika dulu waktu mondok di pesantren. Setelah saya ingat-ingat ternyata memang teman saya dulu. Singkat cerita, al hasil acara selesai jam 12 malam, mau tidak mau saya harus menginap di rumahnya. Karena penasaran lalu saya bertanya dari tadi saya tidak pernah lihat istrinya. Ternyata istrinya sedang sakit. Sakitnya sangat aneh yaitu menstruasi tidak berhenti selama tiga tahun. Memang hasil seluruh analisa Laboratorium memang darah haid. Berbagai pengobatan sudah dia lakukan namun tidak membawa hasil. Akhirnya, saya mencoba mengajaknya sowan sekaligus minta doa kepada kyai kami dulu di pesantren. Awalnya pesimis tapi akhirnya kami sepakat kesana.

Singkat cerita, kyai kami tahu kalau istri teman saya itu sakit. Kata kyai, orang sakit atau penyakit itu karena tiga faktor utama: faktor pergantian cuaca; salah makan; dan memang azab dari Allah SWT. Akhirnya kyai memberikan saran, pertama tetap istrimu obati seperti biasa, kedua dekati Allah dengan shalat malam; dan ketiga cari anak yatim, kalau bisa yatim sejak dalam kandungan, kalau bisa lagi anak laki-laki, dan belum di khitan. Intinya cari anak yatim terserah dimana yang penting ketika anak yatim tersebut minta apapun langsung turuti kemauannya jangan ditawar sama sekali. Lalu ajak kerumahmu, ke kamar istrimu, suruh doa apa saja. Insya Allah sembuh. Kalimat itu diulang kyai sebanyak tiga kali.

Setelah mencari kemana-mana baru tiga bulan saya temukan ciri-ciri seperti yang disebutkan kyai tadi di daerah Sidotopo Wetan. Lalu kami bawa anak yatim tersebut ke Mall JMP. Begitu masuk Mall keajaiban-keajaiban mulai muncul. Kebetulan pas masuk itu, tidak ada kong-kalikong, ada pameran elektronik dan anak yatim itu langsung menunjuk minta dibelikan satu set Home Teater dengan televisi yang besar, paman anak kecil itu pun tidak enak hati karena tidak pernah menyuruh anak tersebut untuk minta itu. sedikit menggerutu teman saya tadi tpi ingat pesan kyai tidak boleh dibantah akhirnya dituruti juga permintaan anak yatim tersebut. Kemudian minta baju-baju mahal dan mainan-mainan.

Walhasil setelah itu anak yatim tadi diajak menemui istrinya. Awalnya takut dan terus minta pulang. Lalu dibujuk lagi dan minta mainan mobil-mobilan. Tidak tanggung-tanggung langsung minta lima. Setelah mau itulah keajaiban terbesar yang pernah saya saksikan. Anak yatim tadi masuk kamar istrinya dan tiap sudut kamar ia berkata, “Ayo doa. Ayo doa”. Siapa yang diajak bicara saya juga tidak tahu. Kemudian anak yatim tadi bilang, “Walas (maksudnya: waras)” berulang kali.

Setelah kejadian tersebut, 16 hari setelahnya saya ditelepon teman saya. Dia bilang istrinya sudah sembuh total. Subhanallah. Sebulan sebelum kyai meninggal, saya sowan kesana dan kyai itu bilang, “Istri temanmu sudah disembuhkan Allah ya”. Sebenarnya dalam hati saya ingin bertanya kenapa teman saya mengalami kejadian demikian. Namun, kyai saya sudah tahu apa yang ada dalam hati saya dan dia menjawab, “Temanmu itu kalau bekerja luar biasa dan kaya tapi sayang medit (pelit)”. Makanya, Rasulullah pernah bersabda, “Jagalah keluargamu dengan sedekah”.

Jadi intinya, akan dicap pendusta agama jika suka menghardik dan tidak peduli dengan anak yatim dan orang-orang miskin. Mudah-mudahan kajian kita pada siang hari ini mendapat ma’unah dari Allah SWT. Mudah-mudahan amal ibadah kita diterima oleh Allah dan mudah-mudahan keluarga kita dijaga oleh Allah dan dijauhkan dari segala macam marabahaya. Amin!

Ayo Jemput Cinta Alloh Bersama Istana Yatim Indonesia. Donasi Di No Rek Bank Mandiri 15500.4444.3334 Atau No.Rek Syariah Mandiri 1111.4444.51 An Istana Yatim Indonesia. 0812 8402 7951 - 08821003.2954 - 081290220052
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Cara Ditolong Allah, Cara Mudah Dapat Jodoh, Solusi Hutang, Agar Bahagia, Cara Punya Anak : Ayo Jemput Cinta Alloh Bersama Istana Yatim Indonesia. Donasi di No Rek Bank Mandiri 15500.4444.3334 atau No.Rek Syariah Mandiri 1111.4444.51 an Istana Yatim Indonesia. 0812 8402 7951 - 08821003.2954 - 081290220052

 
Top